Sejarah “Gerbong Maut” Dari Bondowoso

“Gerbong Maut” Dari Bondowoso

Gerbong Maut dari Bondowoso (Foto: Wikipedia)

Gerbong Maut dari Bondowoso adalah suatu legenda kereta api yang ada di Indonesia. Pada 23 November 1947 pukul 03.00 WIB, rencananya 100 tawanan orang Indonesia  dibawa dengan tiga gerbong barang dari Bondowoso ke Surabaya.

Gerbong pertama berkode GR 10152 diisi sebanyak 38 orang, sedang gerbong kedua dengan kode GR 4416 diisi 29 orang dan gerbong ketiga dengan kode GR5769 diisi oleh 33 orang  Gerbong tersebut tanpa ventilasi udara bahkan lubang-lubang kecil pada sudut-sudut pintu sengaja disumpal oleh penjajah.

Didalam gerbong terasa pengap dan panas. Pukul 07.00 WIB kereta baru berjalan setelah menunggu empat jam. Para tawanan tidak makan dan minum. Sepanjang perjalanan, para tawanan berteriak dan menggedor-gedor gerbong meminta akses ventilasi udara.

Pihak Belanda tak menghiraukan keadaan itu dan tetap melanjutkan perjalanan. Suara tawanan lama kelamaan hilang dan pada pukul 19.30 ketika kereta sampai di Wonokromo, saat gerbong dibuka, sebanyak 40 orang dinyatakan meninggal dan 60 orang lainnya bisa diselamatkan.

Gerbong pertama yang diisi 38 orang semua meninggal. di gerbong kedua, dari 29 orang yang ada di gerbong kedua, dua orang meninggal, sedang 33 orang yang ada di gerbong ketiga masih hidup semua.

Sejak saat itulah, peristiwa tersebut mendapat julukan gerbong maut. Sebagai peringatan, di Alun-alun Kota Bondowoso dibangun Monumen Gerbong Maut.

Di Museum itu juga dipamerkan barang-barang yang dipakai pada saat para pejuang dalam perjalanan menuju Surabaya dari Stasiun Bondowoso seperti: sepatu,pakaian dan lain sebagainya. Selain itu akan dibuat satu replika gerbong yang mirip dengan Gerbong Maut dan dipamerkan di emplesement (jalur kereta api) Stasiun Bondowoso.

Melalui program koleksi replika Gerbong Maut, diharapkan nantinya akan banyak generasi muda khususnya yang berada di Kota Bondowoso bisa lebih menghargai jasa para pahlawan.

Selain itu, replika gerbong maut ini bisa menggambarkan tentang kereta api yang merupakan alat transportasi utama pada masa itu.

Baca juga: Kereta Kuno yang Masih Eksis di Zaman Milenial

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *